PERHATIAN : Program COACHING ini hanya untuk mereka yang ingin membangun Bisnis dan Kecerdasan Finansial untuk Kemakmuran.

3 Error Tentang Rezeki

Posted by Asia Coach 14/12/2017 0 Comment(s)

3 Error Tentang Rezeki :

 

Error #1 : Mental Block. Komentar seperti diatas sejatinya merefleksikan
“alam bawah sadar” yang bernaung dibalik pikiran sang komentator.
Dan ini yang muram, bahasa alam bawah sadar yang muncul dari kalimat itu
adalah ini : kekayaan adalah sesuatu yang tabu dan layak dijauhi.
Dan persis disitu masalahnya : alam bawah sadar itu bersifat laten dan amat
powerful. Dan ketika alam bawah sadar itu berisikan sikap apriori terhadap
harta, maka raga hidup nyata kita benar-benar akan dijauhkan dari harta dan
rezeki.
Dengan kata lain, alam bawah sadar yang laten itu diam-diam menjadi
“mental block” bagi raga kita untuk “berdekatan dengan harta dan kekayaan”.

 

Error #2 : Prasangka Negatif. Mari coba kita baca ulang petikan tipikal
komentar tadi :
“Ngapain punya tabungan milyaran kalau tidak bahagia, malah membuat
anak-anak saling berebut harta. Hidup itu secukupnya saja, yang penting
bahagia. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”
25
Kalimat dalam komentar itu sungguh pekat dengan prasangka buruk dan
kedengkian. Prasangka buruk bahwa seolah-olah harta hanya akan membawa
ketidakbahagiaan dan masalah. Kedengkian yang amat halus : biar saya tidak
sekaya mereka, tapi lihat, mereka hidupnya tidak bahagia.
Dan kalimat itu bukan saja pekat dengan prasangka buruk dan kedengkian,
tapi juga ngawur : membuat generalisasi seolah-olah semua orang kaya pasti
bermasalah dan tidak bahagia (jika komentatornya dulu ikut mata kuliah
Statistik, pasti tidak akan lulus).

 

Error # 3 : False Assumption. Kesalahan yang terakhir ini adalah error yang
paling serius. Coba simak kembali petikan komentarnya : “Hidup ini tidak
hanya sekedar memikirkan harta mas. Toh, harta tidak akan dibawa mati…..”
Mengatakan “harta tidak akan dibawa mati” adalah kesalahan serius yang
berangkat dari prasangka negatif tentang harta kekayaan.
Harta insya Allah akan kita bawa mati jika harta itu kita belanjakan untuk
menyekolahkan 1000 anak yatim, membangun mesjid, memberangkatkan haji
orang tua, sedekah untuk orang tidak mampu, membantu korban banjir,
membeli 10.000 buku untuk perpustakaan, dst, dst.
You get my point, right?

 

Sumber : www.strategimanajemen.net